Monday, November 5, 2018

Wednesday, October 31, 2018

AUDIO DALAM MULTIMEDIA

Judul Buku : MULTIMEDIA Konsep & Aplikasi dalam Pendidikan
Penulis : Munir
Tahun : 2012
Judul yang di Report : AUDIO DALAM MULTIMEDIA

AUDIO DALAM MULTIMEDIA

1. KONSEP AUDIO
Audio atau suara adalah suara dalam bentuk seperti suara, musik, narasi dan sebagainya yang bisa didengar. Dari segi multimedia, audio didefinisikan sebagai suara dalam bentuk digital seperti suara, musik, narasi dan sebagainya yang bisa didengar. Menurut Steinmetz (1995), audio adalah fenomena yang dihasilkan oleh getaran suatu objek contohnya gesekan biola. Mai dkk. (1997) menyatakan suara yang didengar setiap hari dihasilkan apabila suatu objek bergetar (pergerakan ke depan dan ke belakang) di udara (atau medium lain) serta melalui tekanan udara.

2. KELEBIHAN AUDIO DI DALAM MULTIMEDIA
  1. Sebagai media untuk memberikan motivasi.
  2. Untuk menyampaikan materi-materi tertentu karena suara mendekati keadaan asli dari materi tersebut.
  3. Membantu peserta didik fokus pada materi yang dipelajari karena cukup mendengarkan tanpa melakukan aktivitas lain yang menuntut konsentrasi. 
3 KELEMAHAN AUDIO DALAM MULTIMEDIA
  1. Memerlukan tempat penyimpanan yang besar di dalam komputer
  2. Memerlukan software dan hardware yang spesifik agar suara dapat disampaikan melalui komputer.
4. MACAM-MACAM AUDIO
Audio atau suara dibedakan ke dalam tiga macam yaitu:
  1. Percakapan (speech) berupa suara dari orang yang berbicara.
  2. Musik berupa suara yang dihasilkan oleh alat-alat musik.
  3. Efek suara (sound effect) merupakan suara selain percakapan dan musik.
Dalam perkembangannya ada beberapa macam audio, diantaranya:
  1. Audiovisual → perangkat soundsistem yang dilengkapi dengan penampilan gambar.
  2. Audio streaming → istilah yang dipergunakan untuk mendengarkan siaran secara langsung (live) melalui internet.
  3. Audio respons  →  suara yang dihasilkan oleh komputer. 
  4. Audio Modem Riser → sebuah kartu plug-in untuk motherboard Intel yang memuat sirkuit audio dan atau sirkuit modem. 
5. FREKUENSI, AMPLITUDO, DAN VELOCITY
a. FREKUENSI
Kualitas suara bergantung pada frequency – hertz (hz) dan loudness – decibel (Db). Frekuensi adalah banyaknya periode dalam 1 detik. Suara diluar rentang pendengaran manusia dapat dikatakan sebagai noise (getaran yang tidak teratur dan tidak berurutan dalam berbagai frekuensi,tidak dapat didengar Manusia).
Audio : mono dan stereo.
  1. Mono suara melalui satu saluran
  2. Stereo suara melalui dua saluran, sehingga suara lebih realistik, berkualitas 
b. AMPLITUDO
Amplitudo menunjukkan keras lemahnya suara atau tinggi rendahnya gelombang. Satuan amplitudo adalah decibel (db). 
c. VELOCITY
Velocity → kecepatan perambatan gelombang suara sampai ke telinga pendengar.
6. KUALITAS SUARA
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas suara yang baik adalah:
  1. Ukuran sampel (sample rate), di mana semakin tinggi ukuran sampel itu, maka semakin tinggi kualitas audio itu. 
  2. Ukuran sampel berkaitan dengan bilangan bit yang digunakan untuk menyimpan informasi audio itu. 
  3. Saluran yang digunakan, terdapat dua jenis saluran yaitu saluran 1 dikenal sebagai mono dan saluran 2 dikenal sebagai stereo.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas suara yang baik adalah:
  1. Ukuran sampel (sample rate), Sampel diukur dalam unit Hertz (Hz).
  2. Ukuran sampel berkaitan dengan bilangan bit yang digunakan untuk menyimpan informasi audio itu.
  3. Saluran yang digunakan perlu diperhatikan supaya hasil suara lebih berkualitas (mono & streo )
7. PENSAMPELAN AUDIO
a. KADAR SAMPEL (SAMPLE RATE) DAN UKURAN SAMPEL (SAMPLE SIZE)
Kadar sampel adalah kekerapan sampel untuk suatu audio itu diambil, diukur dalam unit Hertz (HZ). Ukuran sampel merupakan bilangan bit yang digunakan untuk menyimpan informasi mengenai audio tersebut.Ukuran sampel yang utama adalah 8 bit dan 16 bit. 
b. ALAT MELAKSANAKAN PENSAMPELAN
1) Analog to Digital Conversion (ADC)
Analog to Digital Conversion (ADC) yaitu proses mengubah amplitudo gelombang suara ke dalam waktu interval tertentu (disebut juga sampling), sehingga menghasilkan representasi digital dari suara. 
2) Digital to Analog Converter (DAC)
Digital to Analog Converter (DAC) adalah proses mengubah digital audio menjadi sinyal analog. 

8 .PENYIMPANAN DATA AUDIO
Dua cara untuk penyimpanan data audio digital:
  1. Audio berbentuk gelombang (waveform audio/digital audio)
  2. MIDI 
9. KEBAIKAN DAN KELEMAHAN MIDI DIBANDINGKAN WAVEFORM AUDIO
a. Kebaikan MIDI dibandingkan waveform audio, antara lain:
  1. Ukuran yang kecil dibandingkan waveform audio
  2. Kebanyakan file format MIDI adalah lebih baik kualitasnya 
  3. Tempuh masa atau panjangnya file MIDI bisa diminda melalui berbagai variasi tempo 
b. Kelemahan MIDI dibandingkan waveform audio, antara lain:
  1. Data MIDI disimpan dalam bentuk nota musik. 
  2. MIDI sulit digunakan untuk tujuan rekaman dialog dan suara.
10. PEMILIHAN FORMAT AUDIO MIDI ATAU WAVEFORM AUDIO
a. MIDI digunakan apabila:
  1.  Faktor RAM dan ruang storan yang minimum atau kemampuan memproses yang rendah.
  2. Mempunyai sumber audio MIDI yang berkualitas tinggi.
  3. Tidak memerlukan dialog atau percakapan.
b. Waveform audio digunakan apabila:
  1. Mengembangkan aplikasi multimedia yang melibatkan narasi, rekaman suara, dan dialog.
  2. Tidak mempunyai kuasa dalam menentukan jenis sistem untuk mainbalik.
  3. Mempunyai sumber perkomputeran untuk menguruskan file dalam bentuk digital.
11. FORMAT AUDIO DALAM MULTIMEDIA
PC multimedia tanpa audio hanya disebut unimedia, bukan multimedia. Kemampuan dasar audio yang harus dimiliki PC multimedia :
  1. Membuat dan mensintesis audio.
  2. Menangkap audio dari dunia luar yang didengar dari CD (Compact Disk)
  3. Mengendalikan audio yang dibuat dari instrument elektronik, misalnya MIDI.
  4. Memainkan kembali audio tersebut lewat speaker atau sejenisnya.
Format audio adalah:
  1. Type file = .aiff (Audio Interchange File Format).
  2. Type file = .au dan .snd
  3. Type file = .ra atau .rm (Real Audio)
  4. Type file = .mp3 (MPEG audio layer 3)
  5. Type file = .mov (Quicktime Movie)
  6. Type file = .swa (Shockware Audio)
  7. Type file = .asf (Advance Streaming Format)
Ada beberapa jenis obyek audio yang bisa digunakan dalam produksi multimedia, yaitu format waveform audio, aiff, dat, ibf, mod, rmi, sbi, snd, voc, au, MIDI sound track, compact disc audio, dan MP3 file (Mohammad Suyanto, 2003).

12. FORMAT WAVEFORM AUDIO
Waveform audio disebut juga pulse code modulator (pcm) audio.
  1. FORMAT AIFF, AIFF merupakan singkatan dari Audio Interchange File Format (AIFF). 
  2. FORMAT DAT, DAT merupakan singkatan dari Digital Audio Tape. 
  3. FORMAT IBF, File dengan ektensi .IBK merupakan file dari Sound Blaster Instrument Bank, yang digunakan untuk mendefinisikan sebuah grup sampai 128 instrumen. 
  4. FORMAT MOD, File .MOD merupakan file kontrol yang dibuat untuk digunakan pada Sound System dari komputer. File MOD berisi seperangkat instrumen dalam bentuk sampel.
  5. FORMAT RMI, File MIDI diintegrasikan ke dalam format RIFF yang umum. File ini sering memakai ektensi .RMI yang merupakan kependekan RMID yang mengindikasikan versi RIFF dari MIDI.
  6. FORMAT SBI, File dengan ektensi .SBI merupakan file dari Sound Blaster Instrument (SBI).
  7. FORMAT SND, Ekstensi .SND adalah sebuah file yang mengandung sound.
  8. FORMAT VOC, Format asli yang digunakan produk-produk Sound Blaster dari Creative Lab adalah file VOC dengan ekstensi .VOC. 
  9. FORMAT AU, Format file AU merupakan format audio yang sangat jelas. 
  10. FORMAT MIDI, MIDI singkatan dari Musical Instrument Digital Interface. MIDI adalah cara paling hemat atau efisien membuat atau merekam musik di komputer multimedia.
  11. AUDIO CD, Pustaka musik dan efek-efek suara biasanya tersimpan dalam audio CD yang mempunyai format yang sama pada CD player. 
  12. FORMAT MP3, MP3 merupakan format file audio yang menggunakan suatu codec untuk melakukan encoding (compressing) dan decoding (decompressing) suatu rekaman musik. 
13. HYPERAUDIO
Hyperaudio adalah audio yang dimainkan secara berulang kali dengan penyajian multimedia. 

14. OGG VORBIS
Ogg Vorbis format file yang terbuka dan gratis Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis. Perbandingan Codec; vorbis bebas dan gratis untuk digunakan, diimplementasikan, bahkan dimodifikasi sesuai kebutuhan, dan tetap menghasilkan berkas-berkas yang lebih kecil dibanding codec lain, dengan kualitas yang setara atau lebih baik.

15. ALAT INPUT DAN OUTPUT AUDIO 
Microphone jacks dan speaker merupakan alat yang perlu dihubungkan dengan ADC dan DAC masing-masing untuk input dan output audio. Alat Input dan Output Audio terdiri dari Audio add-on card dan MIDI interface
a. ALAT INPUT AUDIO
Audio add-on card dapat mengambil input analog, misalnya mikrofon kemudian dibuat digital serta dapat disimpan.
b. ALAT OUTPUT SUARA
Ada dua tipe dari alat output suara, yaitu unit voice response dan unit speech synthesis. 
c. TERMINAL SEBAGAI INPUT DAN OUTPUT AUDIO DALAM MULTIMEDIA
Terminal alat yang dapat berfungsi sebagai input dan output audio. Terminal dapat dikelompokan dalam dua fungsi, yaitu terminal yang befungsi umum dan terminal yang berfungsi khusus. 
d. PENERAPAN ATAU APLIKASI AUDIO CONFERENCING
Audio conferencing adalah interaksi atau konferensi langsung dalam bentuk audio (suara) antar dua orang atau lebih yang berada pada tempat berbeda.

16. KOMPRESI AUDIO
METODE MEMPELAJARI PENDENGARAN MANUSIA
Ada beberapa metode dalam mempelajari pendengaran manusia antara lain:
  1. Model psikoakustik
  2. Auditory masking
  3. Critical band 
  4. Joint stereo 
a. KOMPRESI AUDIO LOSSLESS DAN LOSSY
Kompresi audio adalah salah satu bentuk kompresi data yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran file audio dengan metode, yaitu:
  1. Kompresi Audio Lossless : menghasilkan representasi data digital yang dapat diperluas ke tempat digital duplikat dari stream audio asli. 
  2. Kompresi Audio Lossy : menggunakan psychoacoustics untuk mengakui bahwa tidak semua data dalam aliran audio dapat dirasakan oleh sistem pendengaran manusia. 
  3. Ciri-ciri kompresi audio lossy adalah:
  4. Adaptive Differetial Pulse Code Modulation
  5. Linier Predective Coding (LPC) difungsikan untuk menyesuaikan sinyal data yang ada dengan sinyal suara manusia.
  6. Code Excited Linear Predicator (CELP) bekerja mirip seperti LPC, tetapi ada tambahan CELP dapat memancarkan data suara yang salah.
b. METODE KOMPRESI AUDIO
  1. Metode Transformasi (Transform Domain)
  2. Metode Waktu (Time Domain)
17. AUDIO DALAM MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Pemanfaatan media audio dalam pembelajaran dipergunakan dalam:
  1. Pembelajaran music literary (pembacaan sajak), dan kegiatan dokumentasi.
  2. Pembelajaran bahasa asing
  3. Pembelajaran melalui radio atau radio pendidikan
Unsur audio dalam multimedia pembelajaran dapat berupa dialog, monolog, narasi, sound/special efek, dan ilustrasi musik. Pengembangan media audio sama halnya dengan pengembangan media lainnya, yang secara garis besar meliputi kegiatan perencanaan, produksi, dan evaluasi.
Karakteristik media audio umumnya berhubungan dengan segala kegiatan melatih keterampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan.Dapat di klasifikasikan sebagai berikut :
  1. Pemusatan perhatian dan mempertahankan pemusatan perhatian.
  2. Mengikuti pengarahan. Peserta didik mendengarkan suatu pernyataan singkat dan selanjutnya peserta didik harus menandai suatu pernyataan yang paling cocok dari beberapa pernyataan pilihan jawaban.
  3. Digunakan untuk melatih daya analisis peserta didik dari apa yang mereka dengar.
  4. Perolehan arti dari suatu konteks. Peserta didik harus menyempurnakan kalimat yang terdiri atas beberapa kata yang artinya bisa jelas setelah menyempurnakan kalimat itu dalam suatu konteks tertentu.
  5. Memisahkan kata atau informasi yang relevan dan yang tidak relevan.
  6. Mengingat dan mengemukakan kembali ide dari sesuatu yang didengar.
Kelemahan atau kekurangan media audio antara lain:
  1. Memerlukan suatu pemusatan pengertian pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu, 
  2. Media audio yang menampilkan simbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah abstrak, sehingga pada hal hal tertentu memerlukan bantuan pengalaman visual.
  3. Media ini hanya akan mampu melayani secara baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berfikir abstrak.
  4. Penampilan melalui ungkapan perasan atau simbol analog lainnya dalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman analog tersebut pada si penerima Bila tidak bisa terjadi ketidakmengertian dan bahkan kesalahpahaman.
Dari pertimbangan kekurangan media audio tadi, maka manfaatnya memerlukan bantuan pengarahan dari media lainnya,sehingga pengalaman dan pengetahuan siap dipunyai pendengar sebelumnya akan membantu terhadap keberhasilan penampilannya.